Turnamen Asia Open 2009 telah berakhir, hasil yang diperoleh pecatur Indonesia tidak maksimal, terutama pemain putra yang dipercayakan ke Susanto Megaranto, Irwanto Sadikin, Awam Wahono dan Anjas Novita, ke empat pecatur ini tercecer di urutan bawah .
Susanto berada di urutan 39 (6 poin),Irwanto pada urutan 51 (poin 5),Awam Wahono urutan 57 (poin 5)dan Anjas Novita pada urutan 72 (poin 4,5). Tempat terhormat direbut pemain GM India Ganguly Surya Shekhar (poin 8) , urutan 2 - 4 diborong pemain-pemain China :GM Zhou Weiqi (poin 8),Yu Yangyi (poin 7,5) , GM Yu Shaoteng (poin 7,5).
Sedikit terhibur bagi Indonesia, Irene yang hanya sendirian di kelompok putri memberikan nilai yang lebih baik, berhasil menduduki peringkat 11 dengan perolehan poin 6,5 ( 4 x menang, 2 x kalah, 5 x remis. Peringkat 1 ,2 dan 3 direbut pemain-pemain China : Peringkat 1 WIM Zhang Xiaowen (9 poin),peringkat 2,WGM Huang Qian (8 poin), dan peringkat 3 WFM Ding Yi Xiin (7,5)
Ada catatan mengenai keberhasilan pemain-pemain China yang mendominasi setiap pertandingan di tingkat Asia, regenerasi di sana sudah berjalan dengan akselarasi yang tinggi, hampir di setiap turnamen selalu muncul pemain baru, bahkan peringkat 3 dalam kejuaraan ini Yu Yangyi yang sempat mempermalukan Susanto pada babak 9 adalah pemain berelo rating 2433 belum bergelar Internasional.
Satu tantangan bagi setiap insan catur Indonesia untuk bercermin pada keberhasilan China membina atlit-atlitnya. Bila tidak ada perubahan sistem pembinaan di Indonesia, maka bibit-bibit unggul yang sebenarnya cukup banyak akan stag di satu tempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar